<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hidup Ini Indah</title>
	<atom:link href="http://indahnyahidup.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indahnyahidup.wordpress.com</link>
	<description>Hidup Seindah yang Anda Bayangkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jun 2008 14:14:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='indahnyahidup.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5e8309f4df5c96cc4bf03c7e6e9a511e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hidup Ini Indah</title>
		<link>http://indahnyahidup.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Menciptakan Kelenturan Hati dan Pikiran</title>
		<link>http://indahnyahidup.wordpress.com/2008/06/14/menciptakan-kelenturan-hati-dan-pikiran/</link>
		<comments>http://indahnyahidup.wordpress.com/2008/06/14/menciptakan-kelenturan-hati-dan-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 14:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr4g0ns1n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kejadian]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa syarat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyahidup.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Menghadapi kejadian yang terjadi diluar perkiraan kita dan datang-secara tiba-tiba, sering membuat kita terkejut dan shock. Kita tidak siap untuk itu. Pikiran kita sudah diatur untuk menghadapi peristiwa yang kita rencanakan. Ketika kita di PHK dari tempat kerja, kita putus asa dan merasa bahwa dunia kita sudah berakhir. Kita sudah men-setup pikiran kita bahwa satu-satunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyahidup.wordpress.com&blog=3809074&post=5&subd=indahnyahidup&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Menghadapi kejadian yang terjadi diluar perkiraan kita dan datang-secara tiba-tiba, sering membuat kita terkejut dan shock. Kita tidak siap untuk itu. Pikiran kita sudah diatur untuk menghadapi peristiwa yang kita rencanakan. Ketika kita di PHK dari tempat kerja, kita putus asa dan merasa bahwa dunia kita sudah berakhir. Kita sudah men-setup pikiran kita bahwa satu-satunya yang bisa kita lakukan&#8230;&#8230; <span id="more-5"></span>dalam hidup ini adalah dengan bekerja di tempat kita sekarang. Untuk menghadapi kejadian-kejadian tak terduga dalam hidup ini membutuhkan improvisasi dalam berpikir yang menuntut kelenturan hati dan pikiran kita. Ini akan berguna untuk cepat bangkit dari kejatuhan yang kita alami, ataupun untuk meng-upgrade ke level berikutnya. Bagaimana menciptakan hati dan pikiran yang lentur? Salah satu syarat dalam memiliki kelenturan hati dan pikiran adalah hidup tanpa syarat.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah yang membatasi kita dalam menikmati hidup ini? Uang, jabatan, pekerjaan, rumah baru, mobil baru, pasangan hidup atau &#8230;&#8230;&#8230; kalau kita jujur pada diri sendiri mungkin daftarnya bisa kita jadikan sebuah buku. Berapa seringkah kita berpikir, seandainya saya punya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;maka saya akan bahagia dan menikmati hidup saya. Atau kita berpikir saya akan bahagia kalau&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..? seberapa sering kita tiba-tiba merasa takut, cemas atau kecewa hanya karena sesuatu yang kita harapkan tidak terjadi atau yang tidak kita harapkan terjadi?<br />
Berapa seringkah kita takut untuk naik pesawat, ketika kita mendengar berita kecelekaan pesawat? Kita takut ke luar rumah, ketika kita mendengar ada penjambretan di jalan? Seberapa tinggi kita membuat pagar rumah kita, karena khawatir akan didatangi maling? Berapa banyak persyaratan di luar diri kita yang kita yakini perlu ada demi rasa bahagia di dalam diri kita?<br />
Kadang kita yakin bahwa promosi jabatan, mendapatkan pekerjaan, dapat pasangan, pernikahan, rumah dan mobil baru akan membuat kita merasa bahagia dan dapt menikmati hidup. Tetapi ketika semua kebutuhan tersebut sudah terpenuhi, ada lagi tujuan-tujuan lain yang menuntut untuk dipenuhi. Rasanya, kebahagiaan dalam hidup menjadi sesuatu yang diluar jangkauan kita. Kita tidak bisa menikmati hidup tanpa pemenuhan tujuan-tujuan kita. Sementara tujuan-tujuan kita tidak pernah berhenti. So, kapan kita bisa bahagia dalam hidup ini?<br />
Ada sebuah ungkapan yang menyatakan, “apapun bisa benar, apapun bisa salah”. Ketika ada yang benar kita tidak terlalu peduli, karena kita beranggapan memang begitulah seharusnya. Tetapi ketika ada yang salah, kita masih saja heran. Kita menjadi bingung, merasa tidak siap, kehilangan keseimbangan atau marah. Rasa tenang dan rasa bahagia hilang begitu saja.<br />
Kenyataan dan kejadian dalam kehidupan kita dan orang-orang di sekitar kita sangat beraneka ragam. Kadang mobil kita rusak, kencan kita bisa saja gagal, perkawinan mungkin berakhir dengan perceraian. Kadang kita bertemu dengan orang-orang yang bersikap kasar. Mungkin kita kehilangan pekerjaan. Orang-orang yang selama ini kita anggap sebagai sahabat, ternyata justru menusuk kita dari belakang. Pasangan kita mungkin berselingkuh dengan teman kita sendiri. Mungkin kita ditinggal sama orang-orang yang kita cintai. Tubuh kita akan menua, masa muda kita terampas, dan kulitpun akan mulai berkerut-kerut. Atau menderita penyakit yang sulit disembuhkan. Semua terjadi dan berubah, demikianlah hakikat kehidupan ini berlangsung.<br />
Mungkinkah kejadian-kejadian diluar sana tidak mempengaruhi kehidupan kita sendiri? Tentu saja ada pengaruhny. Persoalannya adalah bagaimana kita terpengaruh dan seberapa besar akan mempengaruhi kita? Apakah ucapan sambil lalu rekan kerja membuat kita tertekan? Apakah tekanan pekerjaan di kantor membuat kita marah pada pasangan di rumah? Apakah gosip-gosip tentang seorang teman, mempengaruhi hubungan kita dengannya? Atau berita korupsi seorang jaksa, membuat kita kehilangan kepercayaan pada pemerintah?<br />
Seberapa banyak kita rela mengorbankan kebahagiaan dan ketentraman hidup kita demi hal-hal yang terjadi dalam kehidupan lahiriah kita? Jika kita memang tahu bahwa segala sesuatu di dunia ini bisa dan akan salah, mengapa kita masih mendambakan kesempurnaan? Mengapa kita membiarkan kejadian di luar diri kita menyebabkan hilangnya ketenangan pikiran, perasaan dan sikap dalam diri kita?<br />
Bagaimana jika kita dengan damai menerima kenyataan yang sering kali tidak selaras dengan keinginan kita? Bagaimana jika kita dengan sungguh-sungguh percaya, dari lubuk hati yang paling dalam, bahwa kita akan tetap baik-baik saja apapun yang terjadi di dunia ini? Selama keadaan lahiriah kita jadikan penanggung jawab bagi keadaan pikiran kita, selama itu pula kita akan terus hidup dalam ketegangan emosi. Dan selama kita menetapkan tujuan-tujuan demi kebahagiaan, ketenangan dan kepuasan di masa depan, kita tidak akan pernah menikmati masa keemasan dalam hidup kita.<br />
Dunia ini tidak tercipta untuk memnuhi kehendak Anda, saya atau siapapun di dunia imi. Dunia ini tercipta menuruti kehendak sang penciptanya. Kita yang menyelaraskan kehendak kita dengan alam. Ini akan jadi semcam cahaya penuntun, pelita kehidupan bagi kita, agar kita ingat bahwa kita bisa hidup dengan kenyataan di dunia ini. Kita bisa menghadapi realitas hidup dengan humor, sikap fleksibel, hati dan pikiran yang lentur, dan dengan improvisasi. Kita akan baik-baik saja, apapun yang terjadi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indahnyahidup.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indahnyahidup.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyahidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyahidup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyahidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyahidup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyahidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyahidup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyahidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyahidup.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyahidup.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyahidup.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyahidup.wordpress.com&blog=3809074&post=5&subd=indahnyahidup&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyahidup.wordpress.com/2008/06/14/menciptakan-kelenturan-hati-dan-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1cf4144134116099e9ee06337a18681d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dr4g0ns1n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spiritualitas: Apaan tuh?</title>
		<link>http://indahnyahidup.wordpress.com/2008/06/14/spiritualitas-apaan-tuh/</link>
		<comments>http://indahnyahidup.wordpress.com/2008/06/14/spiritualitas-apaan-tuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 13:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr4g0ns1n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[batin]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyahidup.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[ Apa sebenarnya pengertian dan makna dari kata “spiritual”? Kalau ini menyangkut dengan makna sebenarnya dari diri kita sendiri, maka jelas bagi tiap-tiap orang akan berbeda pengertiannya. Atau kalau kita disuruh menjelaskan arti spiritual dalam dua kalimat, kalimat apakah yang akan anda tuliskan? Atau sudah pernahkah anda merasakan pengalaman spiritual? Lalu pertanyaan yang muncul kemudian, “Bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyahidup.wordpress.com&blog=3809074&post=3&subd=indahnyahidup&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"> Apa sebenarnya pengertian dan makna dari kata “spiritual”? Kalau ini menyangkut dengan makna sebenarnya dari diri kita sendiri, maka jelas bagi tiap-tiap orang akan berbeda pengertiannya. Atau kalau kita disuruh menjelaskan arti spiritual dalam dua kalimat, kalimat apakah yang akan anda tuliskan? Atau sudah pernahkah anda merasakan pengalaman spiritual? Lalu pertanyaan yang muncul kemudian, “Bagaimana kita menjelaskan tentang arti spiritualitas itu sendiri, kalau kita belum pernah merasakan pengalaman spiritual?” atau sebaliknya,”Bagaimana kita bisa merasakan pengalaman spiritual kalau kita tidak bisa memahami apa makna spiritualitas?”</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Ini, serta-merta menghadapkan kita pada dilema seperti ini, “Jika Tuhan sungguh Maha Kuasa dan dapat melakukan segala sesuatu, dapatkah Ia menciptakan sebuah batu yang begitu berat sehingga Ia sendiri tidak akan sanggup untuk mengangkatnya?” Dalam konteks kita adalah,”Dapatkah kita mengerti makna spiritualitas padahal kita belum mencapai kedalaman spiritualitas itu sendiri?” ketika jawabannya adalah tidak dan hanya mereka yang sudah mencapai kedalaman spiritual yang mampu menjelaskan spiritualitas, maka tidak ada lagi yang harus dijelaskan. Tulisan ini berakhir sampai disini. Mereka yang telah mencapaki jalan spiritual otomatis mengerti makna spiritual, -paling tidak untuk dirinya sendiri- , sementara yang belum dengan sendirinya tidak akan pernah memahaminya, walaupun sudah berusaha mati-matian.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Yang vital bagi pemahaman spiritualitas, bukanlah spiritualitas itu sendiri, tetapi kesiapan batin untuk dijadikan spiritual. Asumsinya adalah kita siap menerima pewahyuan dan mengingat manusia pada hakikatnya adalah makhluk spiritual, kita dapat menyimpulkan bahwa spiritualitas dapat dimengerti dan dijelaskan. Dengan batasan bahwa kita akan memahami spiritualitas sejauh kesiapan batin kita menerima penyingkapan makna terdalam kehidupan manusia dan alam semesta.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Hal ini seperti yang sering kita saksikan dalam cerita-cerita film kungfu klasik. Seorang murid justru disuruh naik turun tangga sambil mengangkat air, kayu atau yang lain, padahal dia ingin belajar suatu jurus tertentu dari gurunya. Ini dilakukan selama berhari-hari, minggu demi minggu bahkan bulan demi bulan. Sepertinya yang dikerjakan tidak ada hubungannya dengan ilmu kungfu yang akan dipelajari. Berapa lamakah anda perkirakan si murid akan protes pada gurunya? Tetapi sang guru sebenarnya sudah membuat rancangan pelatihan. Dia melihat perkembangan kemampuan muridnya. Apakah sudah bisa diberikan ilmu yang sesungguhnya atau belum. Apakah dasar-dasar kungfu si murid sudah siap menerima ilmu yang baru tersebut? Tetapi seringkali ketidaksabaran dari muridnya, membuat dia gagal dalam mencapai cita-citanya.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Memakai analogi sederhana seperti ini dalam spiritualitas mengharuskan kita untuk melihat spiritualitas dalam tingkatan yang paling sederhana dan dalam hal keduniawian. Setelah lulus dari tingkatan ini, kita boleh melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Sementara sebagian orang tidak sabar menjalani proses ini dan akhirnya memutuskan bahwa dunia spiritual itu tidak eksis. Dan karena tidak ada, maka dunia spiritual tidak layak untuk dicapai atau orang-orang tersebut marah dan bersikap sinis terhadap mereka yang pantang mundur dalam jalan spiritual.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Ketika kita berusaha untuk memahami segala sesuatu yang bermakna bagi kehidupan manusia –cinta,kepemimpinan, kemarahan, pengampunan, menjadi orang tua, spiritualitas- ada jalan yang harus dilalui. Ada pelajaran yang harus kita lewati. Kita mencari-cari berbagai jawaban tanpa mengenal pertanyaan-pertanyaannya. Pencarian spiritual bergerak seperti grafik sinusoidal dan kita berkali-kali singgah di titik-titik kebenaran tanpa pernah sungguh-sungguh meyakini bahwa adalah kebenaran yang sedang kita kunjungi tersebut. Kita mengalami begitu banyak luka dan terluka. Kita bertanya-tanya mengapa pembelajaran menimbulkan begitu banyak kesakitan. Seperti pengalaman ketika menunggu pementasan drama. Jantung berdebar-bedar menunggu dibalik panggung. Berdebar-debar menunggu kapan tirai layar itu akan dibuka. Katika saatnya layar dibuka, kita melihat batapa banyak penonton yang telah menunggu. Ada energi yang berlipat pada moment tersebut. Kita harus menyibakkan tirai batin kita untuk menuju dunia spiritualitas. Ia ada di luar sana. Ia ada di dalam diri kita. Kita mengetahuinya. Kita telah melihatnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Bagaimanakah kita bisa membuka tirainya dan melewatinya? Harus ada kesiapan batin untuk memahami. Ini adalah prasyarat mutlak. Kalau begitu, bagaimana caranya kita memasuki alam kesiapan batin? Kesiapan batin bisa tercipta melalui peristiwa emosional yang signifikan. Sebuah pengalaman yang begitu kuat pengaruhnya, yang menyebabkan kita melihat dunia secara berbeda. Misalnya orang yang terkena penyakit kanker dan telah divonis dokter bahwa umurnya tinggal enam bulan lagi. Ada yang menjalani sisa hidupnya dengan “menghitung hari-hari”nya. Tidak punya semangat lagi. Mereka kehilangan energi. Mereka menunggu waktu enam bulan, berkurang hari-demi hari, jam demi jam. Dalam pikiran mereka, “tidak ada lagi yang bisa saya lakukan, toh waktuku tinggal enam bulan lagi”. Atau ada yang menjalani sisa hidupnya, justru sebaliknya. Mereka menjalani waktunya dengan penuh semangat. Seolah ada energi baru yang timbul. Mereka melakukan banyak hal dalam sisa waktunya. Dalam pikiran mereka, “waktu saya tinggal enam bulan lagi, apa yang bisa saya lakukan sebelum ajal menjemputku?” Menurut anda, manakah diantara orang-orang ini yang hidupnya justru kurang dari enam bulan dan mana yang justru lebih. Siapakah yang punya kesempatan untuk bisa membuka tirai kehidupan yang baru?</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Peristiwa-peristiwa emosional yang mendasar dapat mengintervensi kehidupan kita dan membuat hidup kita berbeda seratus persen. Pertanyaan yang timbul, apakah satu peristiwa emosional dapat mengantar kita ke seberang tirai hidup kita atau tidak. Yang kita butuhkan adalah satu peristiwa spiritual mendasar untuk mendorong kita menuju ke sebuah dunia spiritual. Peristiwa-peristiwa emosional biasa belum cukup kuat untuk menerbangkan kita ke angkasa spiritual. Ingat, supaya pencarian kita terbingkai dalam integritas, proses yang kita jalani harus konsisten dengan isi pencarian kita. Sebuah perjalanan spiritual membutuhkan bahan bakar spiritual. Maka, inilah perjalanan paling sulit, namun paling penting selama keseluruhan panorama hidup kita. Sebagai persiapan, kita terlebih dahulu harus mengeksplorasi aspek kesiapan batin.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Jadi apa yang mendahului kesiapan? Kesadaran. Belajar untuk sungguh-sungguh melihat dan mengenali yang ada di sekitar dan di dalam diri kita. Kesadaran jauh lebih luas daripada sekedar melihat berbagai objek. Ada 3 cara yang dipakai manusia untuk menyadari atau “melihat”. Yang pertama melalui <strong>pancaindra: </strong>kita sadar akan apa yang kita perhatikan berkat kedua mata, apa yang kita rasakan, kita dengar, yang kita cium dan seterusnya. Kendaraan kesadaran ini begitu rutin kita pergunakan, sehingga banyak orang tidak lagi merasa kagum dengan apa yang bisa diberikan oleh pancaindra kepadanya. Tetapi bagaimanakah anda bisa menjelaskan keindahan sebuah arsitektur bangunan baru terhadap orang buta? Atau perhatikanlah seorang bayi, dan anda akan mendapati bahwa ia menggunakan semua pancaindranya secara maksimal untuk sepenuhnya mengalami sesuatu. Berikan padanya sebuah mainan yang bisa bernyanyi. Dia terdiam ketika mendengar suara. Dia menatapnya dengan tajam. Dia lalu meraihnya, memegangnya, merasakannya. Lalu mendekatkan ke wajahnya, menciumnya dan lalu memasukkan ke mulutnya atau berusaha untuk menjilatnya. Tidak lama kemudian, seseorang akan mulai mengucapkan larangan, jangan menyentuh ini, itu tidak boleh ini tidak boleh, atau jangan memasukkan itu ke dalam mulut. Inilah awalnya, kehilangan kesadaran kita akan karunia pancaindra.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Cara kedua, beroleh kesadaran adalah lewat pengetahuan <strong>internal</strong> kita: apa yang kita ketahui di dalam diri kita. Contohnya, kita dapat menyembunyikan ketakutan pribadi dari orang lain. Hanya kesadaran yang berkata bahwa kita sedang merasa takut. Hany kita yang menyadarinya. Atau kita bisa membohongi orang lain tanpa mereka tahu. Tapi kesadaran diri kita tahu bahwa kita sedang berbohong. Kadang-kadang, orang-orang yang sangat dekat terhubung secara batiniah dengan kita, terlebih orang yang mencintai kita sepenuh jiwa, bebas memasuki kesadaran internal kita. Selalu ada perkecualian dalam hidup. Mereka mampu merasakan ada yang sedang bergolak di dalan hati kita. Namun pada dasarnya, kesadaran internal ini eksklusif milik kita pribadi.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Berap banyakkah kita menggunakan kesadaran ini dalam hidup kita sehari-hari? Berapa sering kita memelihara keheningan untuk sungguh-sungguh mengetahui apa yang sedang terjadi di kedalaman kesadaran kalbu? Awan penyangkalan terlalu tebal menyelimuti penglihatan batin kita dari keheningan hakiki. Mungkin anda sering mendengar atau membaca metafora sebuah kerikil yang dilemparkan ke tengah-tengah air kolam. Dan bagaimana sebuah yang begitu kecil berdampak luas pada seluruh permukaan kolam. Sebuah metafora untuk menggambarkan dampak yang dapat kita lakukan atau yang kita timbulkan pada dunia sekitar kita terlepas dari besar kecilnya perbuatan tersebut. Tapi ingatkah anda, air kolam haruslah sungguh tenang agar efek yang terjadi dapat teramati dengan sempurna. Terkadang, keheningan dan ketenangan batin akan membukakan pintu pengetahuan sejati menuju kekuatan dan pemahaman dasariah manusia. Kesadaran yang sempurna. Kesadaran yang pada gilirannya akan menuntun kita ke dalam kesiapan batin sejati.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Cara ketiga dalam memperoleh kesadaran adalah <strong>imajinasi. </strong>Imajinasi adalah kendaraan paling misterius di antara ketiga potensi esensial manusia ini. Imajinasi sangat melimpah dan tak terbatas. Imajinasi membimbing kita pada apa yang kita yakini menyangkut eksistensi hidup, makna hidup yang terdalam. Imajinasi mempersatukan dunia internal dan eksternal manuisa dalam harmoni keselarasan.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Kesadaran imajinasi -dan juga instuisi- merangkul baik kesadaran sensoris (pancaindra) maupun kesadaran internal dan mempergunakan keduanya membawa kita pada keyakinan walaupun kita belum melihatnya. Anda mengenal dan mengetahuinya secara batiniah. Imajinasi akan membawa kita pada gerbang spiritual.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Akan tetapi, imajinasi ternyata juga mempunyai sisi gelap. Kesadaran melalui imajinasi dapat memperluas atau mempersempit dunia anda, tergantung pada apa yang anda lakukan dengan potensi ini. Mulai dari kecil sampai sekarang, kita cenderung mengalami pembatasan imajinasi kita. Mulai dari keluarga, pendidikan, pekerjaan dan lingkungan kita. Akhirnya kesadaran imajinasi ini, kita batasi ruang geraknya. Kita memberinya kotak-kotak yang tidak bisa ditembus. Membatasinya dengan segala aturan dan kesimpulan yang kita peroleh dari dunia eksterna; kita. Kita tidak percaya lagi dengan imajinasi kita.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Gagasan-gagasan realitas yang ada dalam kesadaran dan hidup kita, didahului dengan imajinasi. Fakta ini menempatkan imajinasi pada posisi sentral dalam navigasi kehidupan. Semua karya penciptaan mengalir dari imajinasi Yang Maha Kuasa. Segala sesuatu di sekitar kehidupan kita, termasuk diri kita, hingga titik tertentu, pada awalnya berasal dari imajinasi seseorang. Contoh sederhananya, anda melihat mobil-mobil keluaran terbaru sekarang ini. Dari manakah awalnya, sehingga bentuk mobilnya seperti itu? Bisakah anda menerima kalau awalnya adalah dari imajinasi seseorang atau beberapa orang? Mungkin dari desainernya, atau mungkin dari pimpinannya, lalu disempurnakan oleh para desainernya. Singkatnya, segala sesuatunya adalah hasil imajinasi. Konsekuensinya, pasti ada cara supaya kita sepenuhnya menyadari tingkat realitas spiritual yang sedang kita bicarakan. Jika iman adalah substansi hal-hal yang diharapkan dan bukti keberadaan hal-hal yang tidak kelihatan, maka iman dan imajinasi haruslah menyatu pada titik potong tertentu.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:justify;">Ini akan jadi terobosan pemikiran yang dashyat. Karena manusia pada dasarnya sanggup mengenyam dan menjalani hidup yang secara spiritual terpusat. Semua yang mungkin sudah tersdia. Ada di sekitar kita. Di dalam diri kita. Segenap alam dan kehidupan dipenuhi oleh mukjizat. Bahkan pikiran adalah realisasi bahwa segala yang dihadirkan Tuhan adalah menunggu untuk dilihat dan dipercayai. Ada misteri yang mengundang anda, baik dari yang sudah anda kenal maupun dari yang belum anda kenal. Bagi sebagian orang, pengenalan akan makna diri sudah dipenuhi, bagi sebagian yang lain, pengenalan akan makna diri masih dalam tahap pencarian. Dalam kedua kasus di atas, perjalanan rohani baru dimulai.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Tak terhitung banyaknya cara, momen-momen ketika kesadaran menghampiri seseorang, yang bisa menghadirkan luka dan kegembiraan. Akan tetapi, ketika kesadaran sepenuhnya menguasai seseorang, kesiapan batin segera menjadi kenyataan. Dan apabila hati siap menyongsong hidup, yang spiritual akan terjadi dengan sendirinya. Percaya saja dan sang jiwa spiritual akan menari dengan tarian yang indah.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indahnyahidup.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indahnyahidup.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyahidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyahidup.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyahidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyahidup.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyahidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyahidup.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyahidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyahidup.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyahidup.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyahidup.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyahidup.wordpress.com&blog=3809074&post=3&subd=indahnyahidup&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyahidup.wordpress.com/2008/06/14/spiritualitas-apaan-tuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1cf4144134116099e9ee06337a18681d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dr4g0ns1n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://indahnyahidup.wordpress.com/2008/05/24/hello-world/</link>
		<comments>http://indahnyahidup.wordpress.com/2008/05/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 19:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr4g0ns1n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyahidup.wordpress.com&blog=3809074&post=1&subd=indahnyahidup&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indahnyahidup.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indahnyahidup.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyahidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyahidup.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyahidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyahidup.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyahidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyahidup.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyahidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyahidup.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyahidup.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyahidup.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyahidup.wordpress.com&blog=3809074&post=1&subd=indahnyahidup&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyahidup.wordpress.com/2008/05/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1cf4144134116099e9ee06337a18681d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dr4g0ns1n</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>